website statistics
lowongan kerja perawat

Wanita Tuna Susila di Mata Agama dan Hukum

By on 21/09/2013

Wanita Tuna Susila, atau sering disebut dengan pekerja seks komersial merupakan bentuk perilaku yang menyimpang dari norma dan juga ajaran agama. Populasi wanita tuna susila yang dari tahun ke tahun semakin meningkat tentu saja makin meresahkan banyak masyarakat. Dalam berbagai aturan dalam negara, wanita tuna susila bukanlah suatu jenis pekerjaan, karena termasuk kedalam aktivitas seks dan bertentangan dengan moralitas bangsa dan agama yang ada di Indonesia. Sedangkan di agama apapun, pekerjaan sebagai wanita tuna susila tidak bisa dibenarkan dan termasuk kedalam dosa yang besar.

Wanita Tuna Susila

Wanita Tuna Susila

Penyebab Berkembangnya Wanita Tuna Susila

lowongan kerja konsultan kesehatan

Banyak sekali faktor yang menyebabkan seorang wanita bekerja menjadi seorang wanita tuna susila. Yang paling sering adalah karena tekanan eknomi, kegagalan dalam sebuah perkawinan, atau pernah mengalami pelecehan seksual. Sebagian wanita tuna susila merasa tidak dapat lepas dari lingkungan sosialnya, meskipun menjadi seorang wanita tuna sosial sangatlah melanggar moralitas dan juga norma. Terkadang, untuk menghindari merasa terisolasi dari lingkungan sosialnya, terutama di lingkungan tempat tinggal dan keluarga, mereka menutupi pekerjaan mereka sebagai seorang wanita tuna susila.

Wanita Tuna Susila di Kalangan Pelajar

Benarkah jika keberadaan wanita tuna susila atau wanita pekerja seks komersial sudah merambah ke kalangan pelajar? Jika dilihat dari banyaknya berita, sepertinya bisnis wanita tuna susila ini makin marak di kalangan pelajar. Terlebih lagi banyaknya wanita tuna susila yang masih berada di bawah umur. Tugas utama dari pelajar itu sendiri adalah menuntut ilmu. Namun kenyataannya, banyak remaja putri dari kalangan pelajar yang sudah lihai dalam menggeluti pekerjaan sebagai wanita tuna susila.

wanita tuna susila wikipedia

wanita tuna susila wikipedia

Perbedaan Wanita Tuna Susila dari Tahun ke Tahun

Jika melihat ke beberapa tahun yang lalu, pekerjaan tuna susila lebih banyak didominasi oleh para perempuan yang hidup di bawah garis kemiskinan dan memerlukan uang untuk membiayai dirinya sendiri. Biasanya para perempuan malang ini sengaja bergelut kedalam kehidupan malam secara terpaksa karena terbatasnya lapangan pekerjaan dan juga pendidikan yang dia miliki.

Namun, kasus ini tidak berlaku untuk para wanita tuna susila pada zaman sekarang, terutama yang masih berstatus sebagai pelajar. Demi kesenangan pribadi dan ikut-ikutan gaya hidup mewah, mereka rela menjual harga diri mereka. Sungguh sangat disayangkan.

wanita tuna susila adalah

wanita tuna susila adalah

Cara Mengurangi Populasi Wanita Tuna Susila

Lalu, siapakah yang bertanggung jawab dalam mengatasi para wanita tuna susila ini? Tentu saja ini adalah tanggung jawab bersama, selaku pemerintah, para tokoh agama, aktivis wanita, dan juga masyarakat luas. Selalu tanamkan ajaran agama dalam keluarga sebagai sebuah dasar dan upaya tindakan diluar norma hukum dan juga agama, seperti seks bebas dan kehidupan malam.

Tinggalkan Komentar