website statistics
lowongan kerja perawat

Perjuangan Tentara Wanita Amerika

By on 24/09/2012

Untuk menjaga keamanan negara, setiap negara di dunia memiliki tentara yang bertugas untuk menjaga keamanan dan kedamaian negara tersebut. Sering kali tentara sebuah negara adalah seorang pria dengan tubuh yang besar. Namun sekarang pekerjaan ini juga bisa dilakukan para wanita dan ini terbukti dari adanya tentara wanita Amerika di Amerika Serikat. Di negara maju yang satu ini, jumlah tentara wanita Amerika memang tidak sebanyak jumlah pria namun pekerjaan yang mereka lakukan tidak kalah penting dan berbahaya seperti pekerjaan tentara para pria. Oleh karena itu tidak sembarang orang ataupun wanita yang bisa menjadi tentara wanita Amerika. Banyak persyaratan dan tes yang harus dilalui seseorang untuk menjadi seorang tentara. Pada umumnya seorang tentara harus bertubuh atau memiliki tinggi minimal 170 cm dan biasanya tidak boleh memiliki masalah dengan matanya seperti minus, plus ataupun yang lainnya.

Salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi oleh para tentara yang juga paling susah untuk dipersiapkan adalah siap mental dan batin. Hal ini dikarenakan tugas seorang tentara yang cukup berat dan harus selalu siap jika ditugaskan di luar Amerika. Perysaratan ini juga berlaku untuk tentara wanita Amerika yang berdinas. Pekerjaan seorang tentara yang berat inilah yang harus dipertimbangkan oleh wanita sebelum ia memutuskan untuk masuk menjadi seorang tentara wanita Amerika. Sebuah laporan menyatakan bahwa banyak perempuan yang berada di militer AS mudah depresi dan stres dibandingkan para laki-lakinya. Hal ini juga diperkuat dengan kutipan seorang dokter militer yang berada di Saudi. Dokter tersebut menyatakan bahwa sebagian besar pasiennya merupakan tentara wanita Amerika yang stres dan ingin cepat keluar dari militer. Sebagian besar dari mereka meminta untuk melakukan tes kehamilan agar dapat segera keluar dari militer. Jadi ketika seorang tentara wanita Amerika terbukti hamil, maka ia akan diberhentikan dari militer. Hal inilah yang sering dijadikan alasan oleh mereka agar bisa keluar dari pekerjaan ini.

lowongan kerja konsultan kesehatan

Selain beban pekerjaan yang berat, alasan lain yang menyebabkan para wanita ingin cepat berhenti dari militer adalah pemerkosaan dan penganiayaan yang dilakukan terhadap wanita selama menjalankan tugas militer. Pada tahun 2003, sebuah survei menunjukkan bahwa terdapat 30% tentara wanita Amerika yang diperkosa selama menjalankan tugas. Hal inilah yang akhirnya menyebabkan sebagian besar dari mereka yang stres dan trauma untuk melanjutkan tugas mereka. Ini juga dibuktikan dengan adanya sebuah survei pada tahun 2004 dimana 71% persen tentara wanita Amerika menggunakan obat untuk gangguan stres untuk menghilangkan rasa trauma dan stress mereka setelah diserang secara seksual.  Alasan-alasan inilah yang akhirnya menyebabkan banyak wanita berpikir dua kali untuk menjadi seorang tentara di Amerika ataupun di negara lain. Di Amerika biasanya yang melamar menjadi seorang tentara adalah wanita yang berasal dari keluarga kalangan ekonomi menengah ke bawah sehingga sedikit terpaksa untuk mengikuti militer. Jadi sampai saat ini jumlah wanita yang ingin menjadi seorang tentara sangat terbatas atau bisa dibilang cukup sedikit.

Sayangnya banyak pihak yang menyatakan bahwa pemerintah Amerika kurang perhatian dalam menangani kasus yang menimpa para tentara wanita tersebut. Hal ini yang menyebabkan banyak wanita tetap tidak ingin menjadi seorang tentara di Amerika Serikat. Jika pemerintah lebih perhatian dan memberi hukuman yang tegas untuk para pelakunya maka bisa saja jumlah orang yang berminat menjadi tentara wanita lebih banyak.

Tinggalkan Komentar